Rabu, 28 Desember 2011

KONGREGASI SUSTER

Kongregasi Amalkasih Darah Mulia (ADM)
Komunitas Suster ADM
Jl. Melati Raya 31
Cengkareng Indah
Jakarta 11720
Tel. 6191257

Kongregasi Abdi Kristus (AK)
Jl. Ranjau no. 11, Kodam Jaya
Sumur Batu
Jakarta 10640
Tel. 4241439

Biarawati Karya Kesehatan (BKK)
Komunitas Suster BKK
Jl. Kramat VII/34
Jakarta 10430
Tel. 3144816

Tarekat Maria Mediatrix (TMM)
Biara St. Paula
Jl. Setia Kawan VII no. 27
Duri Pulo
Jakarta 10140
Tel. 6327541

Tarekat Santa Perawan Maria Amersfoort (SPM)
Komunitas Suster SPM
Pamulang Permai AX 14/7
Pamulang
Tangerang 15417
Tel. 7400734

Kongregasi Suster Santo Paulus dari Chartres (SPC)
Komunitas Suster SPC
Jl. Danau Agung 13 Blok E9/4
Sunter Podomoro
Jakarta 14350
Tel. 6402686

Kongregasi Santa Bunda Maria (SND)
Biara Notre Dame
Jl. Puri Kembang Barat Raya Blok M
Puri Indah
Jakarta 11610
Tel. 5826505

Kongregasi Fransiskus dari Perkandungan Tak Bernoda Bunda Suci Allah (SFIC)
Biara St. Fidelis
Jl. Prod. Dr. Supomo, Gg. H. Ramli no. 29
Menteng Dalam
Jakarta 12870
Tel. 8294377

Kongregasi Suster Fransiskus Dina (SFD)
Komunitas Suster SFD
Kompleks Gita Surya
Jl. Rajawali II Blok AJF no. 15-17
Perum Tigaraksa
Tangerang
Tel. 0812 967 4286

Tarekat Cintakasih dari Maria Bunda Berbelaskasih (SCMM)
Biara St. Agnes
Taman Grisenda Blok B1/65
Pantai Indah Kapuk
Jakarta 14460
Tel. 55965116

Kongregasi Hati Kudus Yesus (RSCJ)
Komunitas Suster RSCJ
Jl. Mohammad Kafi II no. 15
RT 006/005
Jakarta 12640
Tel. 7270343

Kongregasi Putri Bunda Pengasih Gembala Baik (RGS)
Komunitas Suster RGS
Jl. Jatinegara Barat no. 122
Jakarta 13320
Tel. 8572033

Tarekat Putri Reinha Rosari (PRR)
Komunitas Suster PRR
Jl. Persatuan no. 19B
Kelapa Dua Wetan RT 008/08
Ciracas
Jakarta 13730
Tel. 5866628

Serikat Puteri Kasih (PK)
Biara Rosalie Rendu
Jl. Kalibaru Timur VIA RT 07/113
Cilincing
Jakarta 14110
Tel. 4415928

Kongregasi Suster Sang Timur (PIJ)
Komunitas Suster PIJ
Jl.Edelweis Blok E1/9
Taman Modern, Cakung
Jakarta 13960
Tel. 4613152

Kongregasi Penyelenggaraan Ilahi (PI)
Komunitas Suster PI
Jl. Kelapa Gading V/39A
Kramat Jati, Cililitan
Jakarta 13510
Tel. 80870170

Tarekat Putri Bunda Hati Kudus (PBHK)
Biara Provinsialat
Jl. Jamrut no. 17
Jakarta 10430
Tel. 3149387

Ordo Santa Ursula (OSU)
Biara St. Ursula
Jl. Pos 2
Jakarta 10710
Tel. 3843792

Kongregasi Suster-Suster Santo Fransiskus (OSF)
Biara Bunda Maria Penolong Abadi
Jl. Raya Naronggong 202
Kemang Pratama
Bekasi 17116
Tel. 8222327

Kongregasi Suster-Suster Santo Dominikus (OP)
Komunitas Suster OP
Jl. Pejaten Raya no. 1, RT 007/010
Kompleks Sekolah Strada, Jatipadang
Jakarta 12540
Tel. 7807271

Kongregasi Suster-Suster Misionaris Claris dari Sakramen Mahakudus (MC)
Komunitas Suster MC
Jl. Duren Sawit Baru Blok A10 no. 15
Jakarta 13440
Tel. 8618071

Kongregasi Kasih Yesus dan Maria Bunda Pertolongan Baik (KYM)
Komunitas Suster KYM
Jl. Flamboyan Indah Raya Blok KM no. 11
Harapan Indah
Bekasi 17131
Tel. 88979367

Kongregasi Suster Fransiskan S. Lusia (KSFL)
Komunitas Suster KSFL
Jl. Mustika Sari no. 41
Bantar Gebang
Bekasi 14151
Tel. 8250289

Tarekat Jesus Maria Joseph (JMJ)
Komunitas Suster JMJ
Jl. Malang 23
Jakarta 10310
Tel. 3151664

Kongregasi Suster Belaskasih dari Hati Yesus Mahakudus (HK)
Komunitas Suster HK
Jl. Taman Surya Blok P/2
Sunrise Garden
Jakarta 11520
Etl. 5804421

Kongregasi Para Saudari Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel (H.Carm)
Komunitas Suster H.Carm
Kav. DKI Blok 126/6
Meruya Selatan, Kembangan
Jakarta 11650
Tel. 5866628

Kongregasi Fransiskanes dari S. Georgius Martir (FSGM)
Komunitas Suster FSGM
Jl. Bangunan Barat no. 5
Kampung Ambon
Jakarta 13210
Tel. 4751007

Kongregasi Suster Fransiskus Misionaris Maria (FMM)

Biara Notre Dame Des Victories
Kompleks Sekolah Regina Pacis
Jl. Palmerah Utara 1 no. 1
Jakarta 11480
Tel. 5482818

Tarekat Puteri-Puteri Penolong Umat Kristiani (FMA)

Biara Regina Pacis
Jl. Sunter Indah V Blok HJ 1 no. 4-5
Jakarta 14350
Tel. 65303820

Puteri-Puteri Cinta Kasih Canossian (FDCC)
Biara Canossa
Gang Canossa no. 1
Jl. Ceger Raya, Jurang Mangu Timur
Pondok Aren
Tangerang 15224
Tel. 7356349

Puteri-Puteri Fransiskan dari Hati Kudus Yesus dan Maria (FCJM)
Pondok Clara Pfaender
Jl. Kemangsari I no. 74
Jatikramat, Kel. Jatibening, Pondok Gede
Jakarta 17412
Tel. 8482277

Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas (FCh)
Biara Lembah Spoleto
Jl. Mawar Indah no. 75
Lebak Bulus, Cilandak
Jakarta 12440
Tel. 7654216

Kongregasi Suster Santo Paulus dari Salib (CP)
Komunitas Suster CP
Jl. Pakis Raya H6/10
Bojong Indah
Jakarta 11740
Tel. 5828588

Suster Santo Fransiskus Asisi (KFS)
Komunitas KFS
Jl. Janur Elok IV QC 8/12A
Kelapa Gading Permai
Jakarta 14520
Tel. 4522827

Kongregasi Pengikut Yesus (CIJ)
Biara St. Paulus
Jl. Lapangan Strada II/6
Kranji
Bekasi 17135
Tel. 8846741

Suster-Suster Cinta Kasih Santo Carolus Borromeus (CB)

Biara CB
Jl. Salemba Tengah 8
Jakarta 10440
Tel. 3906535

Suster Fransiskanes Santa Elisabeth (FSE)

Biara PSE St. Paskalis
Jl. Cempaka Putih Timur I no. 7
Jakarta 10510
Tel. 4206788

KONGREGASI BRUDER-BRUDER

Kongregasi Bruder Budi Mulia (BM)
Biara Gunung Sahari
Jl. Gunung Sahari no. 91
Jakarta 10610
Tel. 4206572 – 4219055

Kongregasi Bruder Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tak Bernoda (FIC)
Bruderan FIC
Jl. Haji Nawi 21
Jakarta 12420
Tel. 7691181

Bruder ALMA
Komunitas Bruder ALMA
Jl. Kelapa Dua No. 7
Rt 09/02
Cilincing
Jakarta 14120
Tel. 4407683

Anda tertarik menjadi Imam, Bruder, atau Suster? Silahkan hubungi:

Seminari Menengah Wacana Bhakti
Jl. Pejaten Barat No. 10A
Ragunan, Pasar Minggu
Jakarta 12550
Tel. 7804986 – 7804996

Seminari Tinggi KAJ Yohanes Paulus II
Wisma Cempaka
Jl. Cempaka Putih Timur XXV no. 7 & 8
Tel. 4203374 – 4207480
Wisma Puruhita
Jl. K.H. Maisin 84
Klender
Jakarta 13470
Tel. 86601331 – 86601333

Serikat Xaverian (SX)
Wisma Xaverian
Jl. Cempaka Putih Raya no. 42
Jakarta 10520
Tel. 4240356

Kongregasi Murid-Murid Tuhan (CDD)
Komunitas CDD
Jl. Dwi Warna Raya 1 no. 20
RT 15/09
Jakarta 10740
Tel. 6289192

Kongregasi Hati Maria Tak Bernoda (CICM)
Komunitas CICM
Jl. Gotong Royong 71
Pondok Bambu RT 012/03
Duren Sawit
Jakarta 13430
Tel. 8632174

Kongregasi Misi atau Lazaris (CM)
Pastoran Tanjung Priok
Jl. Melati no. 1
Tanjung Priok
Jakarta 14230
Tel. 43931808

Kongregasi Sengsara Yesus (CP)
Provinsialat CP
Jl. Patra Tomang II/24
Tanjung Duren, Jakarta 11510
Tel. 56943584

Kongregasi Redemptoris (CSsR)
Komunitas Immam CSsR
Jl. Taman Bougenville A3 no. 6
Jatubening, Pondok Gede
Bekasi 17412
Tel. 8645759

Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC)
Rumah Induk MSC Jakarta
Jl. K.H. Hasyim Ashari 21-23
Jakarta 10130
Tel. 6326710 – 6326773

Misionaris Keluarga Kudus (MSF)
Komunitas Imam MSF
Jl. Sunter Permai II no. 10
RT 01/06
Sunter Agung
Jakarta 14350
Tel. 65301544 – 65301566

Ordo Salib Suci (OSC)
Pastoran Serpong
Jl. Alamanda V/1 Sektor 12
Bumi Serpong Damai
Tangerang
Tel. 5377427

Ordo Saudara-Saudara Dina Fransiskan (OFM)
Biara St. Fransiskus Asisi
Jl. Kramat Raya 134
Jakarta 10430
Tel. 3920838

Ordo Saudara-Saudara Dina Kapusin/Ordo Fratum Minorum Capuccinorum (OFMCap)
Pastoran Tebet
Jl. H. Ramli no. 24
RT 005/03
Menteng Dalam
Jakarta 12870
Tel. 8315999

Ordo Saudara-Saudara Dina Konventual/Ordo Fratum Minorum Conventualium (OFMConv)
Pastoran Sunter
Jl. Ancol Selatan II no. 8, RT 005/07
Sunter Agung
Jakarta 14350
Tel. 6401373

Ordo Karmelit (O.Carm)
Komunitas Imam Karmelit
Jl. Tosiga II, L12
Jakarta 11530
Tel. 5491985

Kongregasi S.P. Maria Yang Terkandung Tak Bernoda/Oblat Maria Imamaculata (OMI)
Pastoran Trinitas
Jl. Utama III no. 23
Cengkareng, Jakarta 11730
Tel. 6193882

Imam-Imam Hati Kudus Yesus (SCJ)
Komunitas Imam SCJ
Jl. Cipinang Cempedak II/1
Polonia RT 09/06
Jakarta 13340
Tel. 8198125

Serikat Salesian Don Bosco (SDB)
Komunitas SDB
Jl. Mandor Iren No. 5
Sunter Jaya
Jakarta 14350
Tel. 6517330 – 6522269

Serikat Yesus (SJ)
Kolose Hermanum
Jl. Johar Baru VIA
RT 008/09
Jakarta 10560
Tel. 4209377 – 4201874

Kongregasi Hati Kudus Yesus dan Maria (SS.CC)
Pastoran Odilia
Jl. Citra Raya Utama Timur Blok L2 Kav. 31
Citra Raya
Tangerang
Tel. 59408565

Serikat Sabda Allah (SVD)
Wisma Soverdi
Jl. Matraman Raya 125
Jakarta 13140
Tel. 8582447

Minggu, 08 Mei 2011

Renungan Minggu Paskah Ketiga – Tahun A – 8 Mei 2011

Kis 2:14,22-33; 1 Ptr 1:17-21; Luk 24:13-35
Oleh: Rm. Victor Bani, SVD

Membaca kisah Perjalanan dua murid ke Emaus, setelah wafat Yesus di kayu salib, mengingatkan saya akan pengalaman ketika masih duduk di bangku Novisiat SVD, beberapa tahun yang lalu. Salah satu kebiasaan yang kami buat setelah hari Raya Paskah adalah berjalan ‘berdua-duaan’ – dengan sesama anggota komunitas – dari kota Batu ke Malang. Rutinitas yang dibuat setahun sekali ini meniru perjalanan yang sama, yang dibuat oleh kedua murid Yesus. Ada banyak hal yang ingin dicapai dari perjalanan singkat kami tersebut. 

Yang pertama: dengan berjalan bersama, kami diminta untuk lebih mengenal satu sama lain. "Lebih mengenal“ bukan dalam arti sebatas tahu siapa teman seperjalanan, dari mana dia berasal dan apa latar belakangnya, tetapi lebih dari itu, mengenal dalam arti berusaha untuk saling memahami, saling "share" pengalaman panggilan dan hidup. Dan untuk itu, yang dituntut dari kami adalah keterbukaan dan kesediaan untuk saling mendengarkan satu sama lain. 

Yang kedua: kami diminta juga untuk memperhatikan apa yang terjadi di sekitar kami. Akan ada banyak peristiwa menarik maupun biasa-biasa saja yang kami lihat dan juga akan ada begitu banyak orang yang kami jumpai selama perjalanan tersebut. Untuk bisa mendapatkan "sesuatu" dari semuanya itu, kami diminta untuk mau membuka mata dan hati kami. Kami boleh "sibuk" dengan diri kami, tapi kami tidak boleh menutup diri terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekeliling kami.

Ketika kedua murid sedang dalam perjalanan ke Emaus, mereka terlalu sibuk dengan diri sendiri, sehingga mata dan hati mereka tertutup untuk melihat kehadiran Yesus yang datang menyapa lalu berjalan bersama-sama mereka. Duka cita dan kesedihan karena kehilangan Yesus, Tuhan dan Guru mereka, masih sangat membekas di hati. Segala harapan yang pernah mereka miliki, hilang lenyap bersama kematian tragis Yesus di kayu salib. Ketika mereka belum memahami sepenuhnya, mengapa Yesus harus mati dengan cara demikian, mereka dikejutkan lagi dengan berita yang menyatakan bahwa Yesus telah bangkit. Kebimbangan dan keputusasaan menyebabkan mereka tidak mudah percaya akan semuanya itu. Di tengah kebimbangan, mereka memutuskan untuk kembali ke Emaus, kembali ke "kehidupan lama"  mereka, kembali ke "masa lalu" mereka. 

Namun, di tengah-tengah perjalanan, di saat mereka tidak tahu apa yang mesti dilakukan lagi, Yesus hadir menguatkan mereka. Dia datang, ada di tengah-tengah mereka, berbincang-bincang bahkan berjalan bersama mereka. Kehadiran Yesus ini mau menunjukkan bahwa Dia tidak pernah meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Meskipun terkadang kita kurang setia, namun dia sekali-kali tidak akan pernah mengingkari kita. Dia tetap setia, meskipun kita sering mengkhianati Dia.

Kedatangan Yesus di tengah-tengah mereka juga mau mengatakan bahwa Yesus selalu ada dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita bisa jumpai Dia dalam rutinitas harian hidup kita. Dia ada di tempat di mana kita tinggal dan bekerja, kita bisa kenali Dia dalam diri sesama yang berada di sekitar kita dan terutama dalam perayaan Ekaristi. Untuk bisa melihat dan mengenali Dia, cuma dua hal ini yang diminta dari kita, yaitu beriman dan percaya kepada Dia. Tanpa ini, seberapa seringpun Dia datang dan berjalan bersama-sama kita dalam kehidupan kita sehari-hari, sama seperti yang dialami oleh kedua murid Yesus, sesering itupun kita tidak akan mengenal Dia.

Semoga "Perjalanan Emaus" ini mengingatkan kita untuk tidak hanya peduli dengan diri kita sendiri, melainkan juga peka dan peduli dengan orang-orang lain yang ada di sekitar kita, dan juga semoga kita diingatkan untuk mau membuka mata dan hati kita, untuk melihat dan menemukan Yesus yang tinggal dalam diri sesama kita, yang hadir bersama-sama kita dalam kehidupan kita sehari-hari.

sumber :
http://parokiarnoldus.net/renungan/buka-hati-untuk-lihat-dan-kenal-yesus/

Rabu, 16 Maret 2011

puasa di dalam agama katolik

Pengantar
Umumnya di dalam masyarakat selalu timbul pertanyaan:
apakah bagi orang Kristen juga ada kewajiban puasa seperti para penganut agama lainnya? Bagaimana puasanya orang Kristen dan berapa lama?
Bahkan di kalangan Umat Katolik pun sampai saat ini masih banyak yang mempertanyakan : bagaimana sih sebenarnya puasa Katolik itu?

Puasa Katolik
Puasa untuk umat Kristen Protestan tidak diwajibkan namun untuk umat Kristen Katolik, Gereja secara resmi menetapkan masa Prapaskah sebagai puasa resmi Umat Katolik.
Masa Prapaskah di mulai pada Rabu Abu dan berakhir pada Jumat Agung.
Gereja Katolik memandang perlu berpuasa sebagai ungkapan tobat, dan sekaligus merupakan ulah doa yang hangat.
Terutama untuk mempersiapkan umat untuk menyambut perayaan-perayaan besar khususnya Paskah.
Dalam tradisi Gereja Katolik selama masa prapaskah para katekumen (calon katolik) diharuskan berpuasa sebelum dibaptis, dan umat beriman juga berpuasa untuk mendampingi para katekumen yang akan dibaptis.

Siapa yang dikenakan wajib berpuasa oleh Gereja Katolik?
Yang wajib berpuasa adalah semua orang beriman yang berumur antara delapan belas (18) tahun sampai awal enam puluh (60) tahun.

Kapan waktu berpuasa yang diwajibkan oleh Gereja Katolik?
Gereja menegaskan bahwa selama masa Prapaskah, kewajiban puasa hanya dua hari saja yaitu pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung.

Bagaimana bentuk puasanya?
Gereja Katolik menandaskan bahwa PUASA berarti:    makan kenyang hanya satu kali dalam sehari.
PUASA adalah tindakan sukarela Tidak makan atau tidak minum Seluruhnya, yang berarti sama sekali tidak makan atau minum apapun Atau sebagian, yang berarti mengurangi makan atau minum.
   
Sehingga untuk yang biasa makan tiga kali sehari, dapat memilih
    • Kenyang, tak kenyang, tak kenyang, atau
    • Tak kenyang, kenyang, tak kenyang, atau
    • Tak kenyang, tak kenyang, kenyang
Minum air tidak termasuk soal puasa.
Namun saat sekarang ini lebih ditekankan makan kenyang satu kali sehari.

Selain berpuasa, Gereja Katolik juga mempunyai kebiasaan berpantang.
Umat Katolik wajib berpantang pada hari Rabu Abu dan setiap hari Jumat sampai Jumat Suci.
Jadi hanya 7 hari selama masa PraPaskah.
Yang wajib berpantang adalah semua orang katolik yang berusia empat belas (14) tahun ke atas.

Contoh berPANTANG :
    • Pantang daging, dan atau
    • Pantang rokok, dan atau
    • Pantang garam, dan atau
    • Pantang gula dan semua manisan seperti permen, dan atau
    • Pantang hiburan seperti radio, televisi, bioskop, film.
Selain Berpantang pada Masa Prapaskah kebiasaan berPantang juga dilakukan setiap Jumat sepanjang tahun, kecuali jika hari Jumat itu bertepatan dengan hari raya gerejawi (lih KHK 1251) dan Gereja juga menetapkan pantang selama satu jam sebelum kita menyambut Sakramen Mahakudus.

Berapa lama Gereja Katolik menetapkan Masa Berpuasa dan Berpantang?
Gereja menetapkan puasa resmi Umat Katolik adalah 40 hari selama masa prapaskah (menjelang paskah, masa prapaskah).
Mengapa puasa 40 hari?
Ini mengingatkan kita akan Tuhan Yesus yang berpuasa 40 hari (Mat. 4:2) dan juga bangsa Israel 40 tahun di padang gurun hidup sengsara.

Karena begitu ringannya, kewajiban berpuasa dan berpantang, sesuai dengan semangat tobat yang hendak dibangun, umat beriman, baik secara pribadi, keluarga, atau pun kelompok,
Umat Katolik dianjurkan untuk menetapkan cara berpuasa dan berpantang yang lebih berat. Penetapan berpuasa dan berpantang yang dilakukan diluar kewajiban dari Gereja, tidak mengikat dengan sangsi dosa.
Mengapa?
Berpuasa dan berpantang merupakan suatu ibadah, maka pelaksanaannya tidaklah dapat dipaksakan. Relasi dengan Allah adalah soal keyakinan pribadi dan tidak ada seorang pun yang dapat mengganggu gugat hal itu.
Jika berpuasa dan berpantang dilegalkan atau diwajibkan dalam hukum agama maka, relasi manusia dengan Allah adalah sesuatu yang dapat (bahkan harus) dipaksakan.
Berpuasa dan berpantang berkaitan dengan komitmen maka, jenis dan bentuk berpuasa (mis. Pantang makanan; minum; dan berapa lamanya seseorang harus berpuasa)
ditentukan oleh orang yang hendak berpuasa berdasarkan komitmen pribadinya dengan Tuhan; bukan ditentukan oleh aturan agama.
Melaksanakan Ibadah Puasa dan pantang adalah panggilan, bukan kewajiban. Jadi berpuasa dan berpantang harus dilakukan dalam kondisi sukacita bukan dalam kondisi terpaksa.

Kesalehan atau kerohanian seseorang tidak dapat diukur dengan Puasa dan pantang. Belum tentu orang yang menjalankan puasa lebih saleh atau lebih beriman dari mereka yang tidak berpuasa.
Perlu disadari bahwa penebusan Yesus di atas kayu salib telah menggenapi Hukum Taurat (PL) yang bergantung pada usaha manusia menyelamatkan diri sendiri dengan melakukan
hukum agama secara ketat (sunat, korban, sabat, puasa, halal-haram dll), menjadi kasih karunia Allah yang diberikan kepada setiap orang yang percaya dan bertobat (Yoh. 3:16; Ef. 2:8-10).

Maksud dan tujuan Puasa Katolik
* Secara kejiwaan, Berpuasa memurnikan hati orang dan mempermudah pemusatan perhatian waktu bersemadi dan berdoa.
* Puasa juga dapat merupakan korban atau persembahan.
* Puasa pantas disebut doa dengan tubuh, karena dengan berpuasa orang menata hidup dan tingkah laku rohaninya.
* Dengan berpuasa, orang mengungkapkan rasa lapar akan Tuhan dan kehendakNya. Ia mengorbankan kesenangan dan keuntungan sesaat, dengan penuh syukur atas kelimpahan karunia Tuhan. Demikian, orang mengurangi keserakahan dan mewujudkan penyesalan atas dosa-dosanya di masa lampau.
* Dengan berpuasa, orang menemukan diri yang sebenarnya untuk membangun pribadi yang selaras. Puasa membebaskan diri dari ketergantungan jasmani dan ketidakseimbangan emosi. Puasa membantu orang untuk mengarahkan diri kepada sesama dan kepada Tuhan.

Yesaya dengan jelas memberitahukan umat Israel (Yes. 58) bahwa orang bisa saja tidak melakukan puasa lahir, tetapi yang harus dilakukan adalah melakukan puasa batin, yaitu berpuasa dari kelaliman, menganiaya dan memperbudak orang.
Berpuasa dari mengenyangkan diri sendiri menjadi memberi makan orang lapar, tidak punya rumah, dan yang telanjang (band. Mat. 25:31-46).
Jadi, puasa itu pada dirinya sendiri tidak memiliki arti bila bukan merupakan ungkapan hati yang bertobat dan merendahkan diri di hadapan Allah.
Yesus menekankan bahwa puasa harus dilakukan demi kemuliaan Tuhan semata-mata dan bukan untuk mendapat pujian, pamer atau perhatian manusia ataupun untuk kepentingan pribadi misalnya agar bisa naik pangkat, ataupun ingin lulus ujian.

Masalahnya banyak orang menyalah artikan dengan apa yang tercantum dalam Matius 17:21. Kutipan tersebut seakan-akan apabila kita hanya berdoa saja, doa kita itu kurang afdol dan kurang di dengar oleh Allah.
Banyak orang berpikir melalui tindakan berpuasa dengan sendirinya menjamin bahwa Allah akan mendengar dan mengabulkan seluruh doa kita (Yes 58:3-4)
Untuk menentang ini para nabi menyatakan, bahwa tanpa kelakuan yang benar, tindakan berpuaasa adalah sia-sia (Yes 58:5-12; Yer 14:11; Za 7)

Yang bukan semangat puasa dan pantang Katolik adalah:
* Berpuasa dan berpantang sekedar untuk kesehatan:
Puasa Katolik bukan hanya sekedar diet. Diet : mengurangi makan dan minum atau makanan dan minuman tertentu untuk mencegah atau mengatasi penyakit tertentu.
Puasa bukan hanya sekedar pantang makan sesuatu. Diet dan puasa itu beda. Diet hanya puasa jamani lahiriah saja, sedangkan puasa adalah untuk "Jiwa dan Raga".
Jadi bukan hanya menahan diri dari makan dan minum saja melainkan juga menahan diri dari segala sesuatu yang dilarang Allah. Menahan diri dari gempuran dari segala macam godaan maksiat.
Entah ini mencuri waktu pada saat jam kantor ataupun berselingkuh. Dan perlu diketahui juga bahwa puasa bukan untuk menghukum tubuh kita, tapi untuk memusatkan perhatian pada Tuhan.

* Berpuasa dan berpantang untuk memperoleh kesaktian baik itu tubuh maupun rohani.

Aksi Puasa Pembangunan (APP)
Selain puasa resmi, secara pribadi umat Katolik disarankan untuk berpuasa pada hari-hari yang dipilihnya sendiri sebagai ungkapan tobat dan laku tapa.
Sebab puasa sangat bermanfaat untuk membangun semangat pengendalian diri (memudahkan bertobat dan merasa peka terhadap nilai-nilai rohani)
dan menumbuhkan semangat setia kawan dengan sesama yang berkekurangan serta dan menyisihkan sesuatu untuk memberi (derma).
Amal kasih merupakan bentuk nyata dari pertobatan.
Pertobatan Sejati menemukan bentuk yang berdampak baik kepada sesama jika disertai ungkapan silih atas dosa.
Jika seorang berdosa dan mengakui kesalahan akan semakin sempurna dilengkapi dengan niat baik untuk melakukan amal kasih.
Kisah Zakheus yang mengembalikan apa yang didapatnya secara tidak halal merupakan bentuk ungkapan pertobatan yang bertanggung jawab.
Amal kasih merupakan bentuk nyata pertobatan, ialah perubahan dari sikap yang mengabaikan perintahNya, menjadi sikap berbalik kepadaNya.
Di masa Prapaska, amal kasih diungkapkan dalam dimensi persekutuan, dihayati dan dijalani sebagai tindakan bersama.
Tindakan itu berupa mengumpulkan dana, sebagai bagian dari pantang dan puasa.
Pengumpulan dana tersebut digunakan untuk membantu karya-karya nyata bagi siapapun yang membutuhkan.
Kegiatan itu disebut sebagai Aksi Puasa Pembangunan.

Puasa dalam Alkitab
Mulai dari Musa(Kel 34:28), Elia (1 Raj 19:8) maupun Tuhan Yesus sendiri (Mat 4:2), mereka melakukan puasa selama 40 hari.
Puasa tidak selalu harus 40 hari, lihat jenis macam puasa yang terlampir dibawah ini.

Berpuasa dalam Alkitab pada umumnya berarti tidak makan dan tidak minum selama waktu tertentu, jadi bukannya hanya menjauhkan diri dari beberapa makanan tertentu saja lih. (Est 4:16; Kel. 34:28).
Berikut dibawah ini jenis macam Puasa berdasarkan Alkitab:
1. Puasa Musa, 40 hari 40 malam tidak makan dan tidak minum (Kel 24:16 dan Kel 34:28)
2. Puasa Daud, tidak makan dan semalaman berbaring di tanah (2 Sam 12:16)
3. Puasa Elia, 40 hari 40 malam berjalan kaki (1 Raj 19:8)
4. Puasa Ester, 3 hari 3 malam tidak makan dan tidak minum (Est 4:16)
5. Puasa Ayub, 7 hari 7 malam tidak bersuara (2:13)
6. Puasa Daniel, 10 hari hanya makan sayur dan minum air putih (Dan 1:12), doa dan puasa (Dan 9:3), berkabung selama 21 hari (Dan 10:2)
7. Puasa Yunus, 3 hari 3 malam dalam perut ikan (Yunus 1:17)
8. Puasa Niniwe, 40 hari 40 malam tidak makan, tidak minum dan tidak berbuat jahat (Yunus 3:7)
9. Puasa Senin - Kamis merupakan tradisi orang Farisi (Luk 18:21).

Selamat berpuasa.



sumber:
www.keuskupanpkpinang.org
www.imankatolik.or.id
www.pse-app.blogspot.com