Senin, 07 Maret 2011

PERATURAN PUASA DAN PANTANG

PERATURAN PUASA DAN PANTANG

KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA TAHUN 2011

TEMA: MARI BERBAGI

Masa Prapaskah atau waktu puasa tahun 2011 dimulai hari Rabu Abu tanggal 9 Maret 2011 sampai dengan tanggal 23 April 2011.
Dalam masa prapaskah ini kita di wajibkan:

    * Berpantang dan berpuasa pada Hari Rabu Abu, 9 Maret 2011 dan Hari Jumat Suci, 22 April 2011.
    * Pada hari Jumat lainnya dalam Masa Prapaskah hanya berpantang saja.

Yang diwajibkan berpuasa menurut Hukum Gereja yang baru adalah semua yang sudah dewasa sampai awal tahun ke enam puluh (KHK k. 1252).
Yang disebut dewasa adalah orang yang sudah genap berumur 18 (delapan belas) tahun (KHK k.97 §1).

    * Puasa artinya: makan kenyang satu kali sehari.
    * Yang diwajibkan berpantang: semua yang sudah berumur 14 tahun keatas (KHK k. 1252)
    * Pantang yang dimaksud disini: tiap keluarga atau kelompok atau perorangan memilih dan menentukan sendiri, misalnya: pantang daging, pantang ayam, pantang jajan, atau pantang rokok.

Kita semua diajak untuk memberi perhatian kepada saudara-saudara kita yang kekurangan dengan cara berbagi untuk mereka.
Secara khusus selama masa prapaskah ini kita merefleksikan dan mendalami sikap iman ini.
Maka kita masing-masing diajak untuk mewujudkan keutamaan ini dalam hidup setiap hari sebagai rasa syukur atas kasih Tuhan dan wujud pertobatan.

    * Baiklah jika kita semua saling mendukung dengan memelihara masa tobat ini.
           Maka sangat dianjutkan agar perkawinan-perkawinan sedapat mungkin tidak dilaksanakan dalam masa Prapaskah (juga adven), kecuali ada alasan yang berat.
    * Bila ada perkawinan, dengan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan, akan dilangsungkan dalam masa Prapaskah atau Adven, atau pada hari lain yang diliputi suasana tobat, pastor paroki hendaknya memperingat kan para mempelai agar mengindahakan suasana tobat itu, misalnya jangan mengadakan pesta besar (Upacara Perkawinan, Komisi Liturgi 1976, hal 14) untuk mengurangi kemungkinan menimbulkan batu sandungan.

Mari kita mensyukuri belas kasih Tuhan dan berusaha untuk membagikannya kepada sesama kita, terutama mereka yang  membutuhkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar